Perempuan Tak Ber-Tuan

Ada seorang perempuan yang kesepian.


Berjalan menepi di jalan setapak,  bersisian dengan roda dua dan roda empat yang bersliweran. Kakinya yang tak jenjang melangkah pelan, menyaringkan sepatu yang ia kenakan, sendirian.  Ia punya banyak bahan bicara, tapi tidak ada yang bisa ia ajak bicara. Ia punya lelucon untuk ditertawakan, tapi tidak ada yang bisa ia ajak tertawa. Ia terbungkam dibalik ramainya suasana yang ia jejaki. Ia memilu dibalik mata yang menangkap sepasang kekasih saling beradu kasih. Aish.

Beruntung sekali jika memiliki seseorang yang selalu berada di sisiku, batinnya mengungkap.

Rupanya perempuan kesepian itu sedang iri, dengan dunia oranglain yang ia pikir selalu berhadiah bahagia, bersama seseorang yang mereka pilah lalu mereka pilih di bumi ini untuk menjadi sepasang. Sedang di dunianya belum hadir kata Tuan yang harusnya bersanding dengannya si Puan.

Apakah Tuhan mengutuknya dengan paras yang tidak cantik hingga tidak ada Tuan yang bersedia bersamanya? Bersedia mengusir segala sepi yang selama ini ia tabung di dalam hatinya? Spekulasi konyol itu singgah sesaat disamping dunia perandaian yang ia perankan dalam otaknya.

Andai aku cantik … 

Andai aku cantik maka akan memiliki Tuan … aku tidak kesepian …hidupku penuh cinta ...

Hei. Dunia perandaian itu diri sendiri si penulis naskahnya, diri sendiri si sutradaranya. Pantas jika selalu ber-alur menyenangkan.

Sadarlah, ini dunia nyata. Tuhan si pengatur skenarionya. Manusia hanya tokoh yang bertugas memerankan tanpa perlu menuntut keadilan. Sebab Tuhan lebih tahu, kapan saatnya scene memilukan, kapan pula saatnya scene bahagia.

Aku hanya kesepian, Tuhan… batinnya mencurahkan.

Tenanglah, tanpa Tuan ada Tuhan disisimu. Tuhan adalah kekasihmu. Jika kau kesepian itu artinya kau yang melupa keberadaan Tuhan. Maka mendekatlah pada Tuhan, yakinlah pada Tuhan hingga kau tak sempat merenungi ketiadaan Tuan yang kau khawatirkan itu.

Manusia tentu sepasang. Mungkin Tuan-mu sedang nyangsang di pelukan Puan lain, tapi kehendak Tuhan akan membawanya kembali pada yang memang digariskan. Jangan risau, perbanyaklah bergurau. Puan-Puan di bumi ini semuanya cantik tanpa walau.
 Cr. Ottokim


Komentar